Langkat Tribun24news.com– Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin yang melanda wilayah Langkat pada Selasa pagi, 25/11/2025, tidak menyurutkan semangat keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Langkat untuk memperingati Hari Guru Nasional. Meskipun langit gelap dan air mengguyur, pelaksanaan upacara bendera tetap digelar sebagai wujud penghormatan tertinggi kepada para pahlawan tanpa tanda jasa. Keteguhan hati para guru dan siswa untuk tetap melaksanakan upacara menjadi bukti nyata dedikasi madrasah dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan penghargaan terhadap ilmu.
Demi keamanan dan kelancaran acara di tengah cuaca yang kurang bersahabat, pihak madrasah menerapkan strategi pelaksanaan yang adaptif. Pusat kegiatan upacara dipusatkan di Pentas Seni yang beratap, tempat di mana para dewan guru berdiri dengan rapi mengikuti jalannya upacara. Sementara itu, ratusan siswa-siswi berbaris tertib di sepanjang teras depan kelas masing-masing. Meski terpisah jarak fisik, seluruh peserta didik tetap berdiri tegap menghadap ke arah pentas seni, menciptakan pemandangan visual yang unik namun sarat akan kedisiplinan dan kekompakan.
Jalannya upacara dipimpin langsung oleh Kepala MIN 4 Langkat, Sakdiah, S.Pd.I., M.S.I., yang bertindak sebagai Pembina Upacara. Pelaksanaan tata upacara dikawal dengan sangat baik oleh Dina Anggraini, S.Pd. selaku protokol yang memandu jalannya acara. Suara lantang pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 yang dibawakan oleh Salbiah, S.Pd.I. menggema menembus suara hujan, menambah semangat nasionalisme para peserta. Sementara itu, lagu kebangsaan dan lagu-lagu wajib dipimpin dengan penuh semangat oleh Rita Mustika selaku dirigen, serta ditutup dengan pembacaan doa yang syahdu oleh Rudi Hartono, S.Pd.I., memohon keberkahan bagi seluruh guru di Indonesia.
Suasana upacara berlangsung dengan sangat lancar, khidmat, dan diwarnai isak haru yang mendalam. Deru angin dan gemericik hujan seolah menjadi musik latar yang mengiringi momen emosional tersebut, terutama saat amanat pembina upacara disampaikan. Para siswa yang berdiri di teras tampak khusyuk menyimak pesan-pesan pendidikan yang disampaikan, sementara para guru di pentas seni tak kuasa menahan haru melihat antusiasme anak didiknya yang tetap setia mengikuti upacara meski terhalang cuaca. Momen ini menjadi pengingat kuat akan ikatan batin yang erat antara guru dan murid di MIN 4 Langkat.
Usai pelaksanaan upacara yang penuh kesan tersebut, kegiatan tidak serta merta berakhir. Rangkaian peringatan Hari Guru Nasional dilanjutkan dengan berbagai acara perayaan yang telah disiapkan. Kegiatan lanjutan ini diisi dengan momen ramah tamah dan apresiasi kreativitas yang semakin menghangatkan suasana di tengah dinginnya udara. Semangat kebersamaan yang terjalin pada hari ini menegaskan bahwa MIN 4 Langkat adalah lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengutamakan akademis, tetapi juga karakter dan ketangguhan dalam segala situasi.(fs)
0 Komentar